Rabu, 05 April 2017

Sistem Informasi Geografis (GIS) di Bidang Transportasi

Nama Anggota : Ahmad Jazuli                               10113428
     Ahmad Rifqi Kurniawan            10113459
     Kiki Rizki Nurzaman                  14113852
     Lutfi Abdul Syukur                     15113073
     Surya Andika                               18113703

Sistem Informasi Geografis atau SIG ( geographic information system / GIS ) secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem manual atau digital (dengan menggunakan komputer sebagai alat pengolahan dan analisis) yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menghasilkan informasi yang mempunyai rujukan spasial atau geografis (Projo Danoedoro : 1996; 173).
Aplikasi Sistem Informasi Geografis yang terutama untuk analisis dalam bidang kebumian, perencaan dan pengembangan sumberdaya alam, apliksi bidang ekonomi dan untuk analisis-analisis keruangan yang terkait dengan kegiatan perencanaan dan pengembangan wilayah. Akan tetapi semua kelebihan yang dimiliki oleh SIG ini sangat tergantung kepada keahlian pengguna SIG sendiri, karena bagaimanpun canggihnya SIG tetap merupakan alat bantu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita. 
Aplikasi Sistem Informasi Geografis di bidang Transportasi. Salah satu contoh penerapan aplikasi GIS di bidang trasportasi yaitu Kementrian Perhubungan. Dengan berbasis web, aplikasi tersebut dapat diakses melalui internet dengan alamat GIS Dephub.
Kementerian Perhubungan membangun Sistem Informasi Geografis (SIG) Prasarana Transportasi sebagai simpul yang berperan dalam pengumpulan, pengolahan serta penyajian data baik yang bersifat spasial maupun non – spasial.



Aplikasi peta di atas adalah salah satu contoh layanan peta prasarana transportasi berbasis web yang dipublikasikan oleh Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan. Layer Peta Dasar yang digunakan didapat dari Web Map Service Google inc. Layer Prasarana Transportasi diambil dari layanan Map Service Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang terintegrasi dengan SIG Prasarana Transportasi Kemenhub secara keseluruhan, sehingga data tersebut merupakan data terbaru dan resmi.

Selain layanan peta berbasis web, melalui portal ini, masyarakat maupun instansi lain dapat memanfaatkan layanan Web Map Service yang dapat di-interoperabilitaskan dengan aplikasi lainnya. Portal ini juga merupakan salah satu bentuk partisipasi Kementerian Perhubungan dalam simpul Jaringan Data Spasial Nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 85 Tahun 2007.
Portal ini juga menyajikan data prasarana perhubungan berbentuk tabular seperti data terminal, bandara, pelabuhan dll. Serta data-data statistik secara on-line terkait prasarana transportasi dan beberapa data pendukung terkait. Data-data tersebut berbentuk data tabular, grafik dan spasial.
Berikut ini layanan yang disediakan pada aplikasi GIS tersebut:
Peta Prasarana Transportasi Perhubungan
            Pemetaan prasarana perhubungan yang dipisahkan berdasarkan moda transportasinya yakni darat, laut, udara dan keretaapi. Dari masing-masing moda transportasi tersebut terdapat beberapa jenis prasarana transportasi terkait.
Peta ditampilkan dengan menggabungkan beberapa layer termasuk layer peta dasar wilayah administratif Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Web Map Service Kementerian Perhubungan
            Web Map Service (WMS) adalah protokol standar untuk melayani images peta bergeoreferensi melalui internet yang dihasilkan oleh server peta (map server) menggunakan data dari database SIG. Spesifikasi ini dikembangkan dan diterbitkan pertama kali oleh Open Geospatial Consortium (OGC) pada tahun 1999.
Kementerian Perhubungan sebagai salah satu simpul dari Jaringan Data Spasial Nasional (JDSN), melalui Pusat Data dan Informasi menerbitkan WMS terkait prasarana transportasi perhubungan di wilayah Republik Indonesia. WMS tersebut dapat di-interoperabilitaskan dengan aplikasi berbasis web baik di dalam maupun di luar lingkungan Kementerian Perhubungan dan bertautan dengan JDSN. Salah satu contoh website yang memanfaatkan WMS Kemenhub adalah www.InformasiBandara.org.
Simpul Jaringan Data Spasial Nasional
            Sistem Informasi Geografis Prasarana Transportasi, sebagai salah satu simpul dari Jaringan Data Spasial Nasional (JDSN), merupakan langkah yang strategis dalam pembangunan infrastruktur data spasial nasional. Tautan di bawah ini merupakan tautan yang mengaitkan JDSN di masing-masing instansi pemerintahan.




Statistik Perhubungan
Sektor Perhubungan adalah salah satu sektor yang penting dan menentukan dalam menunjang suksesnya pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Untuk mengetahui kinerja Sektor Perhubungan dapat dilihat melalui data-data yang terdokumentasikan.
            Halaman ini menampilkan data-data statistik secara on-line terkait prasarana transportasi dan beberapa data pendukung terkait. Data-data tersebut berbentuk data tabular, grafik dan spasial. Data-data statistik tersebut terdiri dari:
·         Perhubungan Darat
·         Statistik Perhubungan Laut
·         Statistik Perhubungan Udara
·         Statistik Perhubungan Perkereta apian
·         Data Pendukung
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai data-data diatas dapat menghubungi gis@dephub.go.id
Data Prasarana Perhubungan
            Menampilkan Data Prasarana Perhubungan secara tabular. Anda dapat mencari data prasarana berdasarkan kata kunci nama prasarana, provinsi, nama kota, serta pengelola data yang berwenang atas prasarana tersebut.
Data-data yang disajikan diantaranya adalah:
1.      Prasarana Transportasi Darat
·         Terminal
·         Penyeberangan
·         UPPKB
2.      Prasarana Transportasi Laut
·         Pelabuhan
3.      Prasarana Transportasi Udara
·         Bandara
4.      Prasarana Transportasi Kereta api
·         Stasiun Kereta api

Jumat, 10 Maret 2017

Masalah Pengertian Etika, Pengertian Profesi, Dan Ciri Khas Profesi

Masalah Pengertian Etika, Pengertian Profesi,
Dan Ciri Khas Profesi
  1.     Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
   a). Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  b)Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
   c). Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelaskan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:
        · Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
       · Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya antara lain:
      · Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)
     · Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions).
      · Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral sebagai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)
         · Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)
Macam-macam Etika
Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
    1.      Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
    2. Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:
1. Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
2. Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
3. Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.
  2.     Pengertian Profesi
Profesi merupakan kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan desainer.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
  ü Ciri Khas Profesi
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
       · Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan
           diperluas.
       · Suatu teknik intelektual.
       · Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
       · Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
       · Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
       ·  Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
       · Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi
         yang tinggi antar anggotanya.
       · Pengakuan sebagai profesi.
       · Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
       · Hubungan yang erat dengan profesi lain.

Link Materi Ke-2





Senin, 09 Januari 2017

MIDDLEWARE TELEMATIKA DAN MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

MIDDLEWARE TELEMATIKA DAN
MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

   1.      Middleware Telematika


   A. Apa itu Middleware?

     Dalam dunia teknologi informasi, terminologi middleware adalah istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan, sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah progaram/aplikasi yang telah ada. Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi. Adapun fungsi dari middleware adalah:
-          Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi.
-          Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
-          Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.
Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas.

   B. Tujuan Umum Middleware Telematika:

-          Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
-          Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda
-          Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
1.      Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE).
2.      Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA).
3.      Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).

  C. Lingkungan Komputasi Dari Middleware Telematika

Suatu lingkungan dimana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :
   1. Komputasi tradisional,
   2. Komputasi berbasis jaringan,
   3. Komputasi embedded,
   4. Komputasi grid.
Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja (desktop) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.
Lingkungan komputasi itu sendiri bisa diklasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya dihubungkan yang terdiri atas empat kategori berikut ini :
A. Single instruction stream-single data stream (SISD) : Satu prosesor dan biasa juga disebut komputer sekuensial.
B. Single instruction stream-multiple data stream (SIMD) : Setiap prosesor memiliki memori lokal dan duplikasi program yang sama sehingga masing-masing prosesor akan mengeksekusi instruksi/program yang sama.
C. Multiple instruction stream-single data stream (MISD) : Data yang ada di common memory akan dimanipulasi secara bersamaan oleh semua prosesor.
D. Multiple instruction stream-multiple data stream (MIMD) : Setiap prosesor memiliki kontrol unit, memori lokal serta memori bersama (shared memory) yang mendukung proses paralelisasi dari sisi data dan instruksi.

   D. Kebutuhan Middleware

Middleware adalah software yang dirancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungkinkan aplikasi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Middleware dapat juga berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.
Middleware tersedia untuk berbagai platform, dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, salah satunya adalah homegrown, yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi, model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP (Transaction Processing) Monitor.
Di Linux, banyak perusahaan besar seperti IBM, BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah mengerjakan berbagai sistem middleware. Salah satu produk middleware IBM untuk platform Linux adalah BlueDrekar™. BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk koneksi peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware ini menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan berbasis Bluetooth™.
Contoh lain, BEA Tuxedo™ dari BEA System, sebuah middleware transaction processing monitor yang juga mendukung model ORB, tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat Linux. BEA Tuxedo memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model CORBA dan ATMI (Application-to-Transaction Monitor Interface). Sebuah aplikasi yang dibuat untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang oleh BEA tanpa perlu modifikasi dalam kode aplikasinya.
Dalam bidang kartu magnetis (smart cards), Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen CAC (Common Access Card) dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang diberi nama CACTUS (Common Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di atas Linux. memberi kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan fungsi-fungsi kriptografis.
ShaoLin Aptus adalah sebuah middleware untuk Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah arsitektur jaringan komputer yang bersifat 'fit client'. Produk yang memenangkan 'IT Excellence Awards 2002' di Hong Kong ini, mengembangkan konsep ' t h i n c l i e nt' dengan memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin Aptus membuat banyak klien dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang tersimpan di server melalui LAN secara transparan.
Saat ini, hampir seluruh aplikasi terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat yang membantu sistem manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.

   E. Contoh-contoh Middleware :

  1). ODBC (Open Database Connectivity) ODBC (Open Database Connectivity) adalah suatu middleware berbasis Windows yang digunakan untuk berinteraksi dengan berbagai database.
   2). JDBC (Java Database Connectivity) JDBC (Java Database Connectivity) memungkinkan applet mengakses database. Bisa digunakan pada JSP.

Berikut ini contoh-contoh layanan middleware :

   1). TRANSACTION MONITOR
Produk pertama yang disebut middleware. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik.
   2). MESSAGING MIDDLEWARE
Merupakan antarmuka dan transportasi antar aplikasi. Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded. Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi.

   2.      Manajemen Data Telematika

Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Kegiatan Manajemen Data :
   A. Pengumpulan Data : Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
   B. Integritas dan Pengujian : Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
    C. Penyimpanan : Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.
   D. Pemeliharaan : Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
   E. Keamanan : Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
   F. Organisasi : Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
   G. Pengambilan : Data tersedia bagi pemakai.
Definisi resmi manajemen data dari DAMA (Demand Assigned Multiple Access) adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Pada dasarnya, manajemen data melibatkan seluruh disiplin yang berkaitan dengan manajemen data sebagai sumber daya yang berguna. Dengan kata lain, manajemen data telematika sendiri adalah suatu prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Beberapa unsur penting yang harus dimiliki suatu manajemen data telematika, yaitu client, sebagai user (pengguna), server sebagai pusat pengambilan data, dan database sebagai tempat penyimpanan data.

Ruang lingkup manajemen data terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

   1. Lingkungan Luar (Eksternal)
Lingkungan luar meliputi politik, hokum, teknologi, kondisi lingkungan alam, media, lembaga keuangan, dan sebagainya.
   2. Lingkungan Dalam (Internal).
Sedangkan lingkungan dalam terdiri dari manusia, financial, fisik, sistem dan teknologi, serta sistem nilai dan budaya organisasi.

Macam-Macam Manajemen Data Telematika

   1) Manajemen Data Sisi Klien

Manajemen data dilihat dasri sisi client adalah kemampuan komputer untuk meminta layanan requestdata kepada komputer lain. Manajemen data ini dapat diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft, dll. Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian uatama dari konsep client / server saat ini.

   2) Manajemen Data Sisi Server

Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk akses data. Dalam model Master-Slave, Database master adalah server pusat dan lokasi utama data sementara Database slave master akan disinkronkan backup dari master yang bertindak sebagai proxy.

   3. Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak

Sistem manajemen basis data relasional atai dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai Relational Database Management System (RDBMS) adalah program computer yang didesign untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data permintaan penggunaanya. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu ”statis”. Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaannya.
Permasalahan dan Isu-Isu dalam Manajemen Data Telematika Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload. Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya. Pada client-server, ada kemungkinan server fail. Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request. Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori. Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus. Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama. Terjadinya kerangkapan data yang kompleks, sehingga memboros penggunaan memori.

Fungsi Manajemen Data :

      a).    Mengatasi kerangka (redundancy) data.
      b).   Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
      c).    Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
      d).    Menyusun format yang standar dari sebuah data.
      e).    Menyusun integritas dan independensi data.
   f). Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.