Senin, 22 Juni 2015
Sertifikat seminar sistem teknologi
Sertifikat Seminar
seminar ini menceritakan betapa canggih sistem teknologi pada sebuah elektronik pada zaman yang sekarang ini.
saya mengikuti seminar ini karena ingin menambah wawasan tentang sistem teknologi pada zaman yang sekarang mapun yang akan datang.
seminar ini dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Informasi pada tanggal 10 Oktober 2014 di Kampus D, depok.
SERTIFIKAT SEMINAR
Sertifikat Seminar BPJS
Saya mengikuti seminar tentang BPJS ini karena ingin mengetahui manfaat dan cara memakai BPJS dimana pun dan kapan pun yang kita inginkan.
seminar ini dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2015 di Kampus D, depok.
Sabtu, 18 April 2015
Persamaan Antara Tokoh Indonesia dan Tokoh Luar Negeri
PERSAMAAN
ANTARA JOKOWIDODO DAN BARACK OBAMA
Selalu menarik mencermati serunya Capres RI 2014
ini, akan tetapi ketika nama Jokowi muncul, ada beberapa hal yang menarik.
Beberapa hal yang membuat saya tertarik dengan
Jokowi ini terutama karena asumsi, pembentukan psikologi, opini, maupun citra
yang begitu positif. Dan saya pun teringat ketika pertama kali Obama manggung
dan mencalonkan diri, yang ternyata antara kedua tokoh tersebut ada beberapa
kesamaan yang saya rangkum secara singkat.
BIOGRAFI JOKOWI
Nama
Lengkap : Ir. H.
Joko Widodo
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Rabu, 21 Juni 1961
Kebangsaan : Indonesia
Dalam biografi
Joko Widodo dikatakan jika menempuh pendidikan dasar hingga menengah di
kota Solo. setelah itu pada pendidikan tinggi, Jokowi belajar di UGM. Pada saat
menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak ada prestasi yang menonjol yang
dilakukan oleh Jokowi. Selesai kuliah, pria ini memilih bekerja pada sebuah
perusahaan. Tetapi dia tidak bertahan lama dan memilih untuk meneruskan usaha
mebel yang dimiliki oleh keluarga. Dalam waktu yang cepat, usaha mebel yang
dilakukan berhasil mendapatkan banyak keuntungan.
Pada tahun 2005 Jokowi menjadi walikota Solo. Banyak sekali prestasi yang dilakukan pria ini di kota Solo. Karena melihat prestasi Jokowi yang bagus, pada tahun 2012 dia dicalonkan menjadi gubernur Jakarta. Dalam biografi Joko Widodo disebutkan, untuk menjadi gubernur Jakarta, Jokowi harus menghadapi perlawanan yang sengit dari lawan politiknya. Akhirnya Jokowi bisa menang dalam pilkada Jakarta.
Pada tahun 2005 Jokowi menjadi walikota Solo. Banyak sekali prestasi yang dilakukan pria ini di kota Solo. Karena melihat prestasi Jokowi yang bagus, pada tahun 2012 dia dicalonkan menjadi gubernur Jakarta. Dalam biografi Joko Widodo disebutkan, untuk menjadi gubernur Jakarta, Jokowi harus menghadapi perlawanan yang sengit dari lawan politiknya. Akhirnya Jokowi bisa menang dalam pilkada Jakarta.
Setelah menjadi gubernur Jakarta,
tentu membuat pria ini semakin sibuk. Banyak sekali aktifitas yang harus dia
lakukan. Tidak sedikit pula media yang membuat berita khusus akan Jokowi.
Dengan popularitas yang semakin meningkat ini sudah pasti membuat banyak orang
yang ingin Jokowi maju sebagai presiden. Pada tahun 2014 Jokowi resmi menjadi
calon presiden dari partai PDI-P. Dengan maju sebagai calon presiden, pria ini
menjadi semakin sibuk dan banyak musuh khususnya dalam dunia politik.
Tanggal 20 oktober 2014, Jokowi secara resmi di lantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7. Hari yang bersejarah untuk bangsa Indonesia dimana banyaknya masyarakat yang ikut merayakan pengangkatan Presiden ketuujuh ini. Tidak hanya dalam kalangan masyarakat biasa, beberapa artis pun ikut merayakan dengan menggelar acara konser salam 3 jari di Monas, Jakarta. Saat ini masyarakat menanti kinerja sosok Presiden RI ke-7 ini hingga tahun 2019.
Tanggal 20 oktober 2014, Jokowi secara resmi di lantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7. Hari yang bersejarah untuk bangsa Indonesia dimana banyaknya masyarakat yang ikut merayakan pengangkatan Presiden ketuujuh ini. Tidak hanya dalam kalangan masyarakat biasa, beberapa artis pun ikut merayakan dengan menggelar acara konser salam 3 jari di Monas, Jakarta. Saat ini masyarakat menanti kinerja sosok Presiden RI ke-7 ini hingga tahun 2019.
PENDIDIKAN
JOKOWI
- SMP Negeri 1 Surakarta
- SMA Negeri 6 Surakarta
- Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan
KARIR
JOKOWI
- Walikota Surakarta (2005-2012)
- Gubernur Jakarta (2012-2014)
- Pengusaha mebel
- Presiden Republik Indonesia (2014-Sekarang)
PENGHARGAAN
JOKOWI
- Bintang Jasa Utama - Presiden Republik Indonesia
- Piala Citra Bhakti Abdi Negara (2008-2009-2010) - Presiden Republik Indonesia
- Agent of change Kemandirian - Dompet Dhuafa
- Democracy Award: Manusia Bintang - RMOL
- Decade Award: Rising Leader - Men's Obsession
- E-government - Kemkominfo
- Adiupaya Puritama - Kemenpera
- Best City Award - Delgosea
- Pengendali inflasi - Bank Indonesia
- Tata ruang kedua terbaik se-Indonesia - Kementrian PU
- Top 50 Leaders dari Fortune
- Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan - Kemennaker
- Bung Hatta Anti Corruption Award - Meutia Hatta
- Anti Gratifikasi - KPK
- Program Perlindungan Anak - UNICEF Tahun 2006
- Walikota No.3 Terbaik Dunia - The City Mayors Foundation
- Social Media Award - Majalah Marketing & Frontier Consulting Group
- 10 Tokoh Pilihan Tahun 2008 - Tempo
- Tokoh Pluralis Tahun 2013 - dari Lembaga Pemilih Indonesia
- Tokoh Seputar Indonesia Tahun 2013 - Anugerah Seputar Indonesia
- Good Governance Award (20 September 2012) - Soegeng Soerjadi
- Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS - Bappenas
- Pangripta Nusantara Utama - Bappenas
- Nominasi World Mayor Tahun 2012
BIOGRAFI BARACK OBAMA
Nama
Lengkap : Barack Obama
Agama : Kristen
Tempat
Lahir : Honolulu, Hawaii, U.S.
Tanggal
Lahir : Jumat, 4 Agustus 1961
Warga
Negara : Amerika
BIOGRAFI
Barrack
Obama, lahir pada tanggal 4 Agustus 1961 di Honolulu-Hawaii, yang sekarang
menjabat dan merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Sebelum memulai
karir politik, Obama berkerja sebagai Pengacara Sipil, kemudian menjadi senator
Universitas Illinois dan saat ini merupakan keturunan Afrika-Amerika pertama
yang terpilih sebagai presiden Amerika Serikat.
Obama melanjutkan
pendidikannya di Universitas Colombia, namun karena sistem rasial kulit putih
dan kulit hitam masih berlaku, Obama tidak berbeda dengan saudara-saudaranya
yang berkulit hitam,yaitu adanya pembedaan perlakuan dari mereka yang berkulit
putih. Akhirnya melalui perjuangan melawan rasialisme, Obama berhasil masuk ke
Universitas Harvard pada jurusan Hukum, kemudian perlahan-lahan namanya mulai
terangkat dan terkenal karena keberaniannya mengkritik rasialisme di Chicago,
serta kritikan-kritikan melalui tulisannya tentang persamaan hak antara warga
kulit putih dan kulit hitam. Pada akhirnya Dia diangkat sebagai dosen pengajar
di Universitas Hukum
Setelah
melalui perjuangan panjang dari perjalanan hidupnya, Obama akhirnya terpilih
sebagai senat untuk Illionis, dengan membawa amanat untuk memperjuangkan dua
daerah miskin yang diwakilinya. Pada tahun 2004 Obama terpilih untuk sebagai
senat dari partai Demokrat di Illionis, dan di angkat sebagai juru bicara pada
konvensi National di Boston. Dan pada tahun 2008, kemudian dia mencoba
peruntungannya ikut dalam pemilihan presiden Amerika. Meskipun hanya berbekal
pengalaman 4 tahun dalam dunia politiknya, dia mendapatkan banyak dukungan dan
support. Dan Akhirnya pada tahun 2009 di usianya yang ke 44 tahun; dia berhasil
menang dalam pemilihan Presiden Amerika.
PENDIDIKAN
- Occidental College
- Columbia University (B.A.)
- Harvard Law School (J.D.)
1. Menjadi Capres dari partainya, dengan mengalahkan Capres lain dari partainya
Seperti pencalonan Jokowi dari PDI-P sempat simpang siur. karena dia baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, juga karena keinginan dari Megawati untuk menjadi Presiden terlihat cukup besar. Sempat tertunda lama, akhirnya Megawati merelakan Jokowi untuk maju sebagai Capres dari PDI-P.
Jika Jokowi “bersaing” dengan Megawati, maka Obama dalam pencalonan pertamanya, juga harus bersaing (kali ini tanpa tanda kutip) dengan Hillary Clinton di Partai Demokrat. Setelah melalui proses yang semestinya, akhirnya Demokrat mencalonkan Obama sebagai Capresnya mengalahkan Hillary Clinton yang nyaris saja membuat sejarah sebagai Calon Presiden wanita pertama di Amerika Serikat.
2. Mendapat serangan Black Campaign yang bersifat SARA
Dalam masa kampanye menuju RI 1, Jokowi dibilang tidak aman. Banyak black campaign (bukan negatif campaign, karena isinya menjurus pada fitnah) yang mengalamatkan Jokowi bukanlah orang islam sungguhan. Beberapa black campaign yang lebih frontal, bahkan ada yang mengatakan kalau Jokowi adalah keturunan China (yang menurut saya sama sekali tidak relevan dengan konteks Bangsa Indonesia) dan tidak pantas memimpin negara ini.
Bagaimana dengan Obama? Sempat ada black campaign yang menyatakan bahwa Obama sebenarnya beragama Islam. Hal itu terlihat dari kakeknya yang katanya adalah pemeluk agama islam. Isu tersebut tentu menggetarkan seluruh Amerika Serikat pada waktu itu. Obama menepis isu itu dan memastikan bahwa dia adalah pemeluk agama Kristiani yang taat.
Jadi, Jokowi dan Obama saat kampanye sama-sama diserang dengan isu SARA. Bedanya, kalau Jokowi dibilang bukan islam sungguhan, Obama justru diserang dengan tuduhan sebagai orang islam.
3. Merupakan Presiden yang bersifat pioniir
Obama adalah Presiden kulit hitam pertama yang ada di Amerika Serikat dan dia adalah pembuat sejarah yang mungkin menjadi pioniir untuk Presiden setelah ini.
Bagaimana dengan Jokowi? Di Indonesia, setahu saya hanya ada 3 background yang bisa membawa seorang tokoh menjadi Presiden: Negarawan (full-timer politician), Militer, dan Agamawan. Khusus Habibie tidak masuk ke dalam 3 kategori itu, tapi dia juga tidak menjadi Presiden melalui pemilihan.
Dari kalangan pengusaha, beberapa orang yang mencalonkan diri, (salah satunya JK) tapi seperti yang kita tahu, semuanya kalah. Ya, semuanya. Hingga akhirnya Jokowi maju dan kali ini, sudah 95% menang (angka 95% itu bukan mengada-ada. Hasil Quick Count rata-rata menjamin kebenaran 95% karena margin errornya 5%).
Yap, Jokowi dan Obama adalah pioniir dalam kategori yang berbeda.
4. Memiliki tim sukses yang kreatif dan gencar di dunia maya
Obama adalah Presiden dengan metode kampanye yang cukup kreatif. Tagline “Change, Yes we can!” menjadi tagline yang mendunia dan viral. Lalu apa media yang digunakan? Tentu saja ada banyak. Saingan Obama waktu itu, McCain juga banyak menggunakan media untuk kampanye.
Lalu apa yang membedakan keduanya? Yap, Obama memaksimalkan media sosial dan Internet.
Hal itu juga terjadi pada Jokowi. Conversation yang tinggi di media sosial, dengan digawangi oleh si cantik Kartika Djoemadi, dengan hashtag JKW4P terbukti berhasil membuat nama Jokowi menjadi yang terdepan di dunia maya. Tagline yang dibuat juga terbukti cukup catchy di dunia maya: ‘Revolusi Mental’. Harus saya akui, itu keren. :)
Ya, baik Obama maupun Jokowi memanfaatkan Internet dengan baik. Iya, memanfaatkannya, bukannya bertanya, “Internet cepat untuk apa?” Hehe.
5. Memiliki saingan yang bermasalah dengan isu kemanusiaan
Ya, saingan Jokowi untuk mendapatkan kursi RI 1 adalah Prabowo Subianto yang beberapa kali diserang dengan isu HAM dan kemanusiaan terkait penculikan aktivis ’98.
Lalu, lawan Obama di kampanye pertamanya adalah John McCain. Apa salah John McCain? Hmm, mungkin tidak ada. Tapi McCain berasal dari partai Republik, tempat di mana Presiden saat itu bernaung. Siapa Presiden saat itu? George Bush. Dan kita semua tahu Bush beberapa kali membuat kebijakan perang yang sangat bermasalah dengan kemanusiaan. Jangan lupa juga kekukuhannya untuk mempertahankan penjara Guantanamo. Saking ngerinya masalah kemanusiaan (perang terbuka terhadap ‘teroris’) dan ekonomi yang ditinggalkan oleh Bush, sampai-sampai McCain mengucapkan dalam kampanyenya: “Saya bukanlah Bush.”
Kamis, 26 Maret 2015
Organisasi Karang Taruna
KARANG TARUNA
Saat
ini saya ikut serta dalam suatu kelompok remaja di lingkungan rumah, kelompok
tersebut biasa disebut Karang Taruna. Anggota Karang Taruna yang saya ikutin
berkisaran 20-25 orang, anggota tersebut memiliki tingkatan pendidikan yang berbeda-beda
dari tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa. Karang Taruna tersebut memiliki struktur
termasuk saya sebagai ketua bukan hanya memiliki struktur tetapi Karang Taruna
juga memiliki tujuan diantaranya untuk menggali potensi atau kemampuan dan
mengajak khususnya kalangan remaja untuk melakukan kegiatan positif di
lingkungan sekitar.
Karang
Taruna memiliki kegiatan rutin diantaranya ngumpul rutin bulanan yang bertujuan
untuk membicarakan program yang telah dibuat, Karang Taruna juga memiliki
kegiatan saat hari besar Nasional diantaranya membuat perlombaan 17 agustus,
membuat acara santunan yatim dan bakti sosial. Sesekali Karang Taruna juga
membuat kegiatan khusus untuk anggota yang bertujuan untuk mempererat tali
silaturahmi sekaligus refreshing sejenak.
Dalam
menjalankan organisasi ini tidak selalu berjalan dengan lancar, karena banyak
hal-hal yang menghambat proses untuk mencapai tujuan. Baik dari faktor internal
maupun eksternal dari keanggotaan Karang Taruna itu sendiri. Misalnya hambatan
dari faktor eksternal yaitu terkadang warga sulit untuk di ajak bekerja sama
dalam menjalankan program tersebut dan warga juga sulit untuk percaya kepada
program-program yang telah di buat oleh anggota Karang Taruna. Kemudian dari
faktor hambatan internalnya seperti banyaknya perbedaan pendapat diantara
anggota Karang Taruna dan terkadang juga sesama anggota masih saling
mengandalkan. Meski begitu saya dan teman-teman tetap mencari jalan keluar
dengan memutuskannya bersama-sama.
Pada
dasarnya kelompok terdiri dari 2 ataupun lebih, selain itu kelompok memiliki
tujuan yang sama dan terdiri dari orang-orang yang memiliki latar belakang yang
berbeda-beda.
Karang Taruna
Minggu, 23 November 2014
Penghargaan dan Hukuman Dalam Organisasi Perusahaan
1.
Definisi
a.
Definisi Penghargaan.
Imbalan adalah jumlah pembayaran yang diterima dan
tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang
dilakukan.(Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.) Penghargaan (reward) adalah sebuah
bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan
dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk
material atau ucapan. Dalam organisasi ada istilah insentif, merupakan suatu
penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak
pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan
menjadikan modal motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai
tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Imbalan intrinsic adalah imbalan yang merupakan
bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian,
prestasi, otonomi dan pertumbuhan, maksudnya kemampuan untuk memulai atau
menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah
individu. (Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S.)
Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang berasal dari
pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup: uang, status, promosi dan rasa hormat.
- Imbalan uang (Financial reward: Fringe
Benefits) adalah imbalan ekstrinsik yang utama, dan secara umum diakui
bahwa uang adalah pendorong utama, namun jika karyawan tidak melihat
adanya hubungan antara prestasi dengan kenaikan yang pantas, uang tidak
akan menjadi motivator yang kuat sehingga perlu diciptakan system
penilaian prestasi yang jelas.
- Tunjangan utama dari kebanyakan organisasi
adalah program pensiun, biaya opname, dan sebagainya.
- Status adalah imbalan antar pribadi
(Interpersonal reward) yaitu dengan menugaskan individu pada pekerjaan yang berwibawa.
- Rasa hormat/pengakuan adalah penggunaan
manajerial atas pengakuan atau penghargaan melibatkan pengetahuan manajer
tentang pelaksanaan pekerjaan yang baik
- Promosi adalah perpindahan seorang karyawan
dari satu tempat/ jabatan ke tempat/jabatan lain yang lebih tinggi.
b.
Definisi Hukuman (Punishment)
Hukuman (punishment) adalah cara untuk mengarahkan
sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Hukuman
diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan orang
yang bersangkutan atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
E.L. Thorndike (Reward and punishment in animal
learning, Contemporary psychological monograph, 1883, 8, no. 9) mengemukakan
bahwa hukuman memaksakan dampaknya atas perilaku dengan melemahkan hubungan
antara stimulus dan tanggapan selanjutnya ia meninjau ulang tentang
pernyataanya tersebut. Ia membantah bahwa bilamana hukuman nampak melemakan
tanggapan, hal itu merupakan dampak tidak langsung.
Dalam menjalankan organisasi diperlukan aturan dan
hukum yang berfungsi sebagai pengendali supaya kinerja organisasi berjalan
dengan baik. Jika aturan dan hukum dalam organisasi tidak berjalan baik maka
akan terjadi konflik kepentingan baik antar individu maupun antar organisasi.
Pentingnya Hukuman dan Penghargaan di dalam Organisasi
Suatu
organisasi diperlukan aturan dan hukum serta penghargaan dimana
penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita menghargai
mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga
memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan
pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan
menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang
efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung.
Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Pemberikan
penghargaan buat mereka yang melampui target yang ada. Penghargaan juga
berfungsi untuk memperlihatkan bahwa kita sebagai atasan menghargai kinerja
mereka yang sesuai dengan aturan yang berlaku. sedangkan aturan dan
hukum berfungsi sebagai suatu pengendali agar kinerja dalam organisasi
dapat berjalan dengan baik. jika suatu organisasi aturan dan hukum tidak
diterapkan maka suatu organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan
akan menimbulkan konflik kepentingan baik antar individu ataupun antar
organisasi. Untuk mengefektifkan peraturan tersebut butuh kesadaran untuk
mematuhi peraturan yang sudah diterapkan dalam sebuah organisasi tersebut, maka
dibuatlah hukum aga kita mematuhi hukum tersebut. Hukum tersebut juga berlaku
dalam bersosialisasi contohnya dalam berorganisasi.
Pada kondisi tertentu, penggunaan hukuman
lebih efektif untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan :
* Waktu
Hukuman mencapai efektifitas bila
kondisi menekan diberikan seegera sesudah respons yang harus dihukum.
*Intensitas
Hukuman
mencapai efektifitas terbesar bila stimulus yang menentang relative intens.
Implikasi kondisi ini akan menjadi efektif, hukuman harus mendapat perhatian
segera dari orang yang dihukum.
* Jadwal
Dengan
adanya hukuman, maka orang yang dihukum dapat segera merespon dengan baik.
Implikasi kondisi ini akan menjadi lebih efektif dan hukuman mendapat perhtian
yang serius dari orang yang dihukum.
*
Klarifikasi
Kesadaran memainkan peran yang
penting dalam penyampaian hukuman. Memberikan alasan yang jelas dan
memperhatikan konsekuensi masa datang bila respons berulang akan efektif. Maka
manajer bertanggung jawab untuk menginformasikan pada orang bersangkutan secara
tepat apa yang tidak perlu dilakukan.
Implikasi Penghargaan
dan Hukuman pada Organisasi
Pemberian
reward atau penghargaan kepada karyawan atau sejenisnya merupakan daya tarik
tersendiri bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Penghargaan tidak hanya
berupa materiil tetapi juga non materiil agar dapat memotivasi karyawan dalam
bekerja (Susilowati, 2012). Hal tersebut senada dengan pendapat Sudarmanto
(2009) yang menyatakan bahwa sistem reward atau penghargaan idealnya mendorong
karyawan untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Dengan pemberian penghargaan berupa
finansial ataupun non finansial, karyawan cenderung akan memiliki harapan
(ekspektasi) untuk memperoleh penghargaan tersebut. Oleh karena itu, bentuk penghargaan
sedapat mungkin membuat karyawan tertarik dan terdorong untuk mencapainya.
Penghargaan kepada karyawan yang harus diberikan segera, setelah karyawan
tersebut menyelesaikan pekerjaannya.
Selain sistem
pemberian reward, faktor punishment juga turut mempengaruhi kinerja karyawan.
Punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi yang diberikan ketika terjadi
pelanggaran. Pemberian punishment tidak dapat dilakukan tanpa alasan yang
rasional. Oleh karena itu organisasi harus memiliki mekanisme punishment yang
jelas. Punishment yang baik berorientasi pada pemberian hukuman yang tepat bagi
karyawan yang perlu menerimanya. Pemberian hukuman (punishment) yang tepat
dalam arti memenuhi keadilan dan layak serta dapat menjadikan karyawan berubah
menjadi baik dan membuat kinerja karyawan meningkat merupakan prinsip penting
dalam sistem manajemen.
Sumber(http://evulee.wordpress.com/2011/01/09/pentingnya-tentang-hukuman-dan-penghargaan-dalam-organisasi/
Kamis, 23 Oktober 2014
Konflik Organisasi
·
Pengertian
Konflik dalam Organisasi
Konflik
organisasi (Organizational conflik) adalah ketidaksesuaian antara dua atau
lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya
yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa
mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik
organisasi juga diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan
untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Pada dasarnya konflik bermula pada
saat satu pihak dibuat tidak senang oleh, atau akan berbuat tidak menyenangkan
kepada pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak pertama dianggap penting.
Perbedaan konflik dan persaingan (kompetisi)
terletak pada salah satu pihak mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak
lain dalam pencapaian tujuannya. Persaingan ada, bila tujuan pihak yang
terlibat adalah tidak sesuai tetapi pihak tersebut tidak dapat saling
mengganggu. Contoh, dua kelompok mungkin saling bersaing untuk memenuhi target,
bila tidak ada kesempatan untuk mengganggu pencapaian tujuan pihak lain,
situasi persaingan terjadi, tetapi bila ada kesempatan untuk mengganggu dan
kesempatan tersebut digunakan, maka akan timbul konflik.
·
Jenis-Jenis Konflik
a.
Konflik peranan yang terjadi didalam diri
seseorang (person-role conflict)
b. Konflik antar peranan (inter-role conflict)
c.
Konflik yang timbul karena seseorang harus
memenuhi harapan beberapa orang (intesender conflict)
d. Konflik yang timbul karena disampaikan informasi
yang bertentangan (intrasender conflict)
Konflik juga dapat
dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan. Atas dasar hal ini, ada
5 jenis konflik, yaitu:
a.
Konflik dalam diri individu
b. Konflik antar individu
c.
Konflik antar individu dan kelompok
d. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
e. Konflik antar organisasi
·
Sumber Konflik
a.
Kebutuhan untuk membagi sumber daya yang
terbatas,
b. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan,
c.
Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan
kerja,
d. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi,
e. Kemandirian organisasional.
·
Strategi Penyelesaian Konflik
Ada cara untuk menangani konflik yaitu :
1.
Introspeksi diri,
2.
Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat, dan
3.
Identifikasi sumber konflik.
Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang
dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :
a.
Berkompetisi: Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan
sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses
dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan
salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu
diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini.
Pihak yang kalah merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang
berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan,
dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan
bawahan.
b.
Menghindari konflik: Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari
dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini
hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk
mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik
bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah
lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang
menyelesaikan persoalan tersebut.
c.
Akomodasi: Jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri
agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai
self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan
pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak
tersebut.
Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan
hubungan baik menjadi hal yang utama di sini yaitu :
d.
Kompromi: Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa
kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.
Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan
situasi menang-menang (win-win solution).
e.
Berkolaborasi: Menciptakan situasi menang dengan saling bekerja sama. Pilihan
tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing
tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan
antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


