Sabtu, 16 April 2016

Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)



Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Di bawah ini, adalah penjelasan singkat beserta uraian penjelasan mengenai pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM):

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh, dan terkoordinasi secara rasional terpadu yang mampu mentrasformasikan data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara, yang bertujuan meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat dari manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Kata-kata yang digaris bawahi di dalam Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM) di atas akan diuraikan penjelasannya sebagai berkut:

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah “menyeluruh”
Kata “manajemen” dalam SIM memiliki makna sebagai serba melingkupi. Di dalam SIM termasuk sistem pemrosesan transaksi dan sistem-sistem yang utama dirancang bagi para manajer di berbagai tingkatan. Sebuah SIM melingkupi sistem informasi formal maupun informal, baik yang manual ataupun yang menggunakan teknologi komputer; termasuk juga Sistem informasi Proyek, Sistem Informasi Intelejen, Sistem Informasi Perkantoran, Sistem Penopang Keputusan, dan berbagai model komputer yang memproses data bisnis, serta berbagai jenis Sistem Informasi yang Khusus atau yang terstruktur. Sebagai penyeimbang, komponen yang terpenting pada Sistem Informasi Manajemen adalah manajer itu sendiri, yang pikirannya akan mengolah, memproses dan menyebarluaskan informasi serta berinteraksi dengan elemen-elemen lain dari Sistem Informasi Manajemen.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem yang “Terkoordinasi”
Komponen dalam sebuah Sistem Informasi Manajemen biasanya tidak dikelola dari satu titik pusat organisasi saja, namun ada berbagai departemen pengguna, departemen pemroses data, dan mungkin saja fungsi pengelola data yang juga terpisah, bahkan yang lain-lainnya mungkin memiliki hak atas bagian tertentu dari Sistem Informasi Manajemen. Bagaimanapun juga, sebuah Sistem Informasi Manajemen, dikoordinasi secara terpusat untuk menjamin data intelijen, otomatisasi perkantoran, maupun data yang diproses, dan juga komponen-komponen yang lainnya, dikembangkan dan dioperasikan dengan terstruktur, terencana dan terkoordinasi; semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati dan mengarah ke sub-sistem yang diperlukan; juga menjamin bahwa sistem informasi bekerja secara efisien. Fungsi koordinasi ini seringkali dilakukan oleh para komisi pengarah yang terpisah atau oleh bagian pengolah data atau manajer pengelolaan data.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang memiliki sub-sistem informasi
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub-sistem, atau sistem komponen terpisah setengah yang merupakan bagian dari keseluruhan dan merupakan sistem yang terpadu. Tiap-tiap sub-sistem menyumbang tercapainya sasaran sistem informasi manajemen dan organisasi. Sebagian dari sistem memiliki peran hanya dalam satu kegiatan atau satu lapis organisasi saja, sementara yang lainnya berperan serba-lapis (multi-level) atau melaksanakan kegiatan berganda (multiple activities). Struktur keseluruhan dari sistem berganda harus dirangkaikan secara cermat dan ditetapkan sebagai bagian dari rencana sistem jangka panjang.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang Teritegrasi Secara Rasional
Sub-sistem (kumpulan dari sistem yang semi-terpisah) adalah terpadu sehingga kegiatan dari masing-masing saling berkaitan satu sama lain. Integrasi ini dilakukan terutama dengan melewatkan data di antara sistem-sistem tersebut. Program komputer dan file dapat dirancang untuk menangani arus data di antara sistem, dimana prosedur manual dapat digunakan untuk melaksanakan integrasi tersebut.

Sementara integrasi membuat pemrosesan informasi menjadi efisien dengan cara mengurangi Intermediate processing (pemrosesan antara) juga peristiwa pemrosesan data yang sama dari berbagai departemen. Keuntungan yang paling menonjol adalah memberikan informasi lebih singkat, relevan dan lengkap. Manajer senior, secara khusus akan dapat mengambil manfaat dari sistem terintegrasi karena mereka memerlukan informasi silang-fungsional. Walau integrasi total dari sub-sistem tidak akan tercapai, namun demikian sampai pada beberapa lapisan tertentu integrasi diperlukan untuk suatu sistem informasi manajemen (SIM) yang efektif.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) “mengubah data ke dalam informasi dengan berbagai cara”
Apabila data diolah dan berguna bagi manajer tertentu dan untuk tujuan tertentu, maka ia data itu menjadi informasi. Ada berbagai cara di mana data harus ditransformasikan ke dalam suatu sistem informasi. Misalnya, data biaya (cost data) untuk organisasi tertentu mungkin bisa diringkaskan dalam biaya keseluruhan, biaya variabel (variable cost), dan biaya standar untuk masing-masing unit dalam organisasi, baik untuk masing-masing jenis biaya, jenis konsumen, maupun segala jalur produk (product line).

Berbagai cara di mana sistem informasi manajemen harus mentransformasikan data ke dalam informasi, akan disesuaikan oleh sifat personil organisasi, sifat tugas ke mana arah informasi ditujukan, dan pengharapan dari para penerima eksternal atas informasi.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) “Meningkatkan Produktivitas”
Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan berbagai cara mampu meningkatkan produktivitas. SIM mampu melaksanakan tugas rutin seperti penyiapan dokumen dengan efisien, SIM mampu memberikan sarana layanan terbaik bagi organisasi eksternal dan individu, dan ia juga mampu memberikan peringatan dini (warning) tentang masalah internal dan ancaman eksternal. Disamping juga mampu meningkatkan adanya peluang berbagai kesempatan, membantu segala proses manajemen yang normal, serta mampu meningkatkan kemampuan manajer untuk mengatasi masalah-masalah yang tak terduga.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) “Sesuai dengan sifat dan gaya manajer”
Suatu Sistem Informasi Manajemen (SIM) dikembangkan lewat pencocokan atas sifat dan gaya manajerial dari personil yang akan menggunakannya, termasuk juga sumbangsi yang diberikan oleh para manajer. Pada tingkat senior dalam organisasi, secara cermat sistem informasi manajemen akan dihubungkan dengan cita rasa pribadi para manajer, dan akan dijalin kembali (retailored) dengan cita rasa masing-masing manajer baru apabila manajer yang lama berhenti. Pada lapisan terendah dalam organisasi, sistem informasi manajemen dijalin dengan cara biasa, dimana para tenaga administratif dan para personil operasi akan memanfaatkan penggunaan informasi dan berinteraksi dengan sistem informasi.

Untuk manajer tingat madya, sistem informasi dijalin untuk sifat umum manajer. Untuk profesional dan personil teknis, sistem informasi dijalin agar sesuai dengan sifat tugas khusus, tetapi juga dengan tetap mempertimbangkan cara pikir para spesialis dalam memproses informasi.

Apabila para perancang akan mengembangkan suatu sistem informasi manajemen, seharusnya ia mampu mempertimbangkan faktor-faktor manusiawi dengan tepat dan cermat. Apabila tidak demikian, maka sistem yang dihasilkannya tidak efektif dan akan mengakibatkan disisihkan oleh para penggunanya.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) “Menggunakan standar kriteria mutu yang telah ditetapkan”
Suatu sistem informasi manajemen harus dirancang agar sesuai dengan toleransi terhadap kecepatan, relevansi, dan ketetapan informasi. Toleransi ini berbeda diantara satu tugas ke tugas lainnya, juga dari satu lapis ke lapis yang lainnya di dalam suatu organisasi. Terhadap kecepatan, untuk beberapa tugas tertentu data yang diperlukan harus dicari selama waktu yang panjang dan kemudian diubah sehingga menjadi informasi yang diperlukan manajer baik secara periodis maupun pada selang waktu yang tak teratur. Sedangkan untuk tugas lain mungkin diperlukan dengan selang waktu yang teratur, tetapi karena panjangnya grace periode (periode tunda) memungkinkan untuk dilaporkan setelah selesainya akhir dari suatu masa periode. Untuk tugas yang berbeda lagi, mungkin informasi sangat diperlukan secepat mungkin, tepat pada saat berakhirnya periode. Untuk sebagian besar tugas, informasi harus diperoleh selama berlangsungnya periode transaksi.

Sistem informasi manajemen juga harus mampu memberikan informasi yang relevan saja. Menetapkan informasi manakah yang cocok, mungkin merupakan perkara yang sulit di saat analisis berlangsung dengan cara yang sangat bervariasi untk setiap manajer yang berbeda, atau cara yang sesuai dengan situasi, seperti dalam kasus masalah khusus. Untuk itu, sistem informasi manajemen harus berstruktur luwes sehingga mampu untuk memasok dengan cepat informasi apa pun yang diperlukan pada saat masalah khusus muncul.


Analisa : sistem informasi manajemen itu tentang sebuah perhitungan dan memanage sebuah hasil yang di buat oleh perusahaan tersebut. Sekarang sudah banyak yang mengetahui tentang sistem informasi manajemen. Dan mudah di gunakan untuk perusahaan-perusahaan yang ada.

Pengertian, Tujuan,Fungsi dan Kendala Pada Sistem Informasi Akuntansi (SIA)



Pengertian, Tujuan,Fungsi dan Kendala Pada Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem informasi berbasis komputerisasi untuk mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam siklus akuntansi dan dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli
  • Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”, Edisi ke-3, Jakarta, Salemba Empat, 2001 menyatakan bahwa: “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
  • Menurut Nugroho Widjajanto dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi”, Jakarta, Erlangga, 2001, menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.” 
  • Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi keuangan.
  • Memproses data keuangan menjadi informasi dalam pengambilan keputusan manajemen mengenai perencanaan dan pengendalian usaha.
  • Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan perusahaan.
  • Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
  • Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat.
  • Data yang akurat dan aman.
Komponen Sistem Informasi Akuntansi
  • Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih yang memahami bisnis proses akuntansi dan keuangan secara umum, misalnya seorang Accounting.
  • Prosedur Keuangan dan Akuntansi
  • Formulir Data Keuangan, untuk mencatat seluruh aktifitas keuangan meliputi transaksi kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, penjualan dan biaya.
  •  Accounting Software, contohnya: MYOB, zahiraccounting, Oracle Finance.  
  • Hardware berupa seperangkat komputer yang terhubung dengan jaringan (Networking), dan kelengkapan aksesoris pendukung lainnnya.
Kendala Umum dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi
  • SDM yang belum siap terhadap penerapan sistem dan standarisasi keuangan yang baru, dan dibutuhkan waktu untuk pelatihan dan penerapannya.
  • Dibutuhkan software accounting dan perangkat komputer yang menunjang tingkat keamanan dan kerahasiaan data keuangan 100%.

Melalui penerapan
sistem informasi akuntansi diharapkan data yang disajikan tepat waktu dan akurat, validasi dan terotorisasi dengan baik, serta sesuai dengan Prosedur Keuangan dan Akuntansi yang baku atau PSAK yang berlaku umum. 


Analisa : SIA tersebut sekarang sudah banyak di gunakan karena sangat di butuhkan pada perusahaan baik perusahaan yang kecil maupun yang besar. Dan bisa di manfaatkan untuk menyimpan data yang baik dan aman.

Selasa, 12 April 2016

Membuat Sebuah aplikasi berbasis Web



Membangun Sebuah Aplikasi Mobile Berbasis Web

Kenapa berbasis web? Apa perbedaan aplikasi mobile yang dibangun secara native dan berbasis web? Mungkin bermacam-macam pertanyaan itu akan muncul pada saat membaca artikel ini. Oke, untuk memberi gambaran maka akan dibahas terlebih dahulu bagaimana aplikasi mobile dibangun secara native.

Untuk membangun aplikasi mobile secara native maka diperlukan tool/software khusus yang telah disediakan oleh perusahaan pembuat sistem operasi. Misal android telah menyediakan tool/software Android SDK yang telah dipaketkan dengan Eclipse sebagai IDE (Integrated Development Environemnet) nya dalam Android Developer Tool atau yang lebih dikenal dengan singkatan ADT. Demikian juga untuk pembuat perangkat mobile dan/atau sistem operasi mobile lain yang menyediakan tool khusus bagi pengembang aplikasi.


Tool untuk Membangun Aplikasi Mobile
Meskipun berbeda-beda tool, untuk membangun aplikasi mobile secara native memiliki tahap yang sama yaitu: menuliskan kode sumber (source code), kompilasi, pemaketan file instalasi, kemudian memasarkan di aplication market.




Proses Pembuatan Aplikasi Mobile
Tahap-tahap pembuatan aplikasi tersebut sangat dimudahkan dengan adanya tool yang telah disediakan oleh masing-masing perusahaan pengembang sistem operasi dan perangkat mobile. Dengan adanya tool tersebut proses penulisan kode sumber, kompilasi, dan pemaketan aplikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Jikat dilihat dari bagaimana aplikasi tersebut berjalan, aplikasi yang dibangun secara native dijalankan di atas sistem operasi. Contoh untuk sistem operasi Android, di dalam sistem operasi android terdapat Dalvik Virtual Machine atau Android Runtime (ART) yang menjalankann aplikasi di atas sistem operasi.
Sedangkan aplikasi mobile berbasi web tidak memerlukan proses kompilasi. Pengepakan bertujuan untuk menggabungkan file web (html, css, javascript), framework, dan file lainnya (multimedia) kedalam satu file instalasi. Tool untuk membangun aplikasi mobile ini juga telah tersedia, misal Intel XDK yang dapat diunduh di web resminya. Intel XDK telah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Tool inilah yang selanjutnya akan digunakan dalam artikel membangun aplikasi mobile berbasis web berikutnya.



Web Page Download Intel XDK
Untuk menjalankan aplikasi mobile berbasis web, sistem operasi tidak memerlukan virtual machine tertentu. Aplikasi langsung dijalankan dengan cara me-render seperti ketika halaman web ditampilkan dalam web browser.
Kelebihan aplikasi mobile yang dibangun berbasis web salah satunya kemungkinan aplikasi tersebut didistribusikan untuk lintas platform, misalnya android, iphone, dan blackberry sekaligus. Sedangkan untuk aplikasi yang dibangun secara native hanya bisa digunakan untuk platform tertentu.


Perbandingan Aplikasi Dibangun Secara Native dan Berbasis Web
Jadi apakah aplikasi mobile akan dibangun secara native, berbasis web atau hybrid disesuaikan dengan kebutuhan kita. Tetapi untuk pengenalan pemrograman mobile kali ini pembahasan akan dititikberatkan pada aplikasi berbasis web. Pada tulisan berikutnya akan diulas bagaimana langkah-langkah menginstall Intell XDK yang dimulai dari download file instalasinya.


Analisa : banyak orang yang sudah membuat web dengan mudah, karena software saat ini sangat membantu dalam mengerjakan program yang ingin programmer buat.

Selasa, 05 April 2016

Komponen yang ada pada komputer



Komponen-Komponen Komputer

Komponen komputer secara umum dibagi jadi dua bagian, yaitu komponen tambahan dan  utama. Komponen yang utama merupakan hal yang mutlak harus ada supaya komputer bisa dinyalakan. Apabila salah satu saja dari komponen tersebut tidak ada, maka fungsi komputer tidak bisa berjalan dengan seharusnya. Contohnya adalah Sound Card, RAM, Hard Disk, Processor, VGA, dll.  Sedangkan untuk komponen tambahan, fungsinya sebagai pelengkap agar komputer dapat digunakan untuk pekerjaan lainnya, dan tidak mempengaruhi komputer secara utuh bila tidak ada. Contoh Komponen-Komponen Komputer ini umumnya seperti USB Card, Scanner, Printer, Speaker, dll.
Komponen Komputer yang Utama adalah :
  • Motherboard ialah komponen yang paling utama untuk sebuah Computer. Bahasa Indonesia nya adalah papan induk. Disebut demikian karena memang sebagian besar Komponen-Komponen Komputer utamanya akan dipasang pada slot-slot yang ada di komponen ini. Bentuk dari motherboard termasuk slot-slot yang melekat padanya akan terus berubah seiring perubahan teknologi komponen lainnya. Karenanya kita harus jeli memilih komponen yang cocok untuk motherboard yang kita miliki. Selain fungsi utamanya untuk meletakan komponen utama lainnya, fungsi lainnya adalah untuk membagi arus yang masuk pada tiap-tiap komponen. Oleh sebab itu, pilihlah papan induk yang sesuai dan mintalah saran pada ahlinya.
  • Processor bisa disebut sebagai otak untuk sebuah komputer, karena komponen inilah yang memiliki fungsi untuk melakukan perhitungan maupun eksekusi atas perintah-perintah yang kita berikan. Jenis prosessor juga terus berubah seiring perkembangan jaman. Komponen yang paling dekat dengan prosessor adalah heatsink fan, yang fungsinya untuk mendinginkan dan letaknya selalu sangat dekat dengan Processor untuk mencegahnya mati kepanasan.
  • Random Access Memory atau RAM merupakan komponen yang fungsinya menyimpan sementara semua data dari seluruh program hasil olahan Komponen-Komponen Komputer yang sedang berjalan. Dalam perkembangannya, teknologi RAM selalu diikuti dengan penomoran. Mulai dari yang lawas yaitu DDR, hingga yang terbaru sekarang DDR3.
  • Video Card adalah komponen yang berfungsi untuk menyambung atau menerjemahkan hasil olahan dari komputer menuju monitor. Komponen ini dianggap penting karena bagaimana mungkin kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi pada komputer kita tanpa bantuan visual dari monitor. Bila dikelompokkan, maka VGA ada yang telah terintegrasi langsung di motherboard dan ada pula yang ditambahkan melaui slot tambahan yang ada di motherboard. Dengan memberikan VGA tambahan pada komputer, tentu akan menambah kualitas visual yang dihasilkan oleh monitor.
  • Sound Card sesuai dengan namanya berfungsi untuk menghasilkan suara, dimana juga ada yang terintegrasi langsung dengan motherboard dan ada yang dapat ditambahkan pada slot tertentu pada motherboard. Dengan soundcard tambahan, tentunya akan menambah kualitas dari suara yang dihasilkan.
  • Hard Disk adalah tempat menyimpan seluruh data baik berupa video, audio, text, dll. Selain kemampuan penyimpanan dengan jumlah yang berbeda beda, sekarang ada teknologi solid state disk yang tidak lagi menggunakan sistem optik sebagaimana pada harddisk lama. Dengan tekhnologi baru ini, kecepatan membaca dan menulis data pada hard disk tentu akan lebih cepat serta tahan akan adanya goncangan.
  • Optical Disc Drive atau yang kita biasa kenal dengan nama cd room; dvd room; dll merupakan Komponen-Komponen Komputer yang dipakai untuk membaca dan menulis media disk.
  • Monitor merupakan komponen yang digunakan untuk tempat keluarnya visual gambar ataupun video. Teknologi monitor sekarangpun sudah bermacam-macam, diantaranya monitor tabung dan layar datar.
  • Keyboard dan mouse merupakan Komponen-Komponen Komputer yang dipakai untuk menginput perintah ke komputer.  Tanpa adanya kedua komponen ini, hanya komputer yang berfungsi secara otomatis yang dapat berjalan dengan sendirinya.
  • Power Supply dipakai untuk mengalirkan listrik kedalam komputer. Yang perlu diperhatikan dalam memilih komponen ini adalah daya yang dibutuhkan Komponen-Komponen Komputer haruslah sesuai dengan daya yang dapat diberikan oleh power supply.
  • Casing merupakan komponen berupa wadah untuk meletakkan motherboard plus komponen lain yang melekat padanya. Karenanya pilihlah ukuran casing yang dirasa cukup untuk menampung semua kebutuhan hardware yang kita perlukan.
  • LAN Card atau yang disebut juga dengan kartu jaringan adalah penghubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lainnya.
  • Modem adalah komponen komunikasi untuk mengirimkan dan menerima sinyal dari dua arah. Fungsi utama yang kita ketahui adalah untuk jaringan internet.
  • USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus yang digunakan untuk penghubung. Kita sering menggunakan komponen ini untuk menghubungkan ponsel; flash disk; kamera digital; dll; dengan komputer kita.
  • Printer dan Scanner adalah Komponen-Komponen Komputer tambahan input dan output. Printer dipakai untuk menghasilkan cetakan dari olahan yang kita buat melalui komputer. Scanner dipakai untuk memintadi gambar, text, foto atau dokumen-dokumen lainnya yang kemudian disimpan dalam bentuk file.
  • Speaker adalah komponen yang mengeluarkan suara dari hasil olahan sound card. Kualitas suara dari komputer juga ikut dipengaruhi dari jenis speaker yang digunakan.
  • Bluetooth, wifii, atau jaringan nirkabel lainnya merupakan Komponen-Komponen Komputer mempunyai fungsi untuk memindahkan data dari satu alat ketempat lainnya dengan batasan wilayah tertentu.

Analisa : saat ini komponen yang tersedia untuk cadangan itu sudah mulai mudah di temukan karena dengan simple bentuk komponennya dan harganya pun terjangkau.